Kamis, 24 April 2014

Hadapi Seleksi CPNS 2014

Jaws Pos memberitakan ihwal CPNS.

JAKARTA - Menghadapi seleksi CPNS 2014 yang akan dimulai Juni mendatang, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) akan mengadakan simulasi computer assisted test (CAT). Simulasi ini  dilakukan mulai Mei mendatang hingga Juni sebelum pelaksanaan tes.

"Kenapa kita buat simulasi CAT, agar putra-putri bangsa yang ingin mengikuti seleksi CPNS bisa tahu bagaimana itu CAT. Sehingga ketika tes, mereka sudah lebih siap," kata Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman kepada JPNN, Kamis (24/4).

Dijelaskannya, simulasi CAT ini akan dimuat dalam website KemenPAN-RB dengan model tanya jawab serta skoring. Dibuat semirip mungkin dengan tes CAT agar masyarakat bisa lebih familiar dengan sistem tersebut.

"Tahun ini semua instansi pusat dan daerah wajib melaksanakan CAT dalam seleksi CPNS-nya, kecuali bagi kabupaten yang tidak lengkap infrastrukturnya. Jadi aplikasi simulasi CAT ini akan kita tandemkan lewat website KemenPAN-RB," terangnya.

Mantan pejabat di Kabupaten Sumedang ini berhadap, simulasi ini bisa membuat peserta tes nanti lebih siap dan hasil yang diterima akan baik.(esy/jpnn)

Nasib Ribuan CPNS DKI Terlunta-lunta

 

 Dilaporkan oleh Metro news ten tang berita berikut. Nasib ribuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) DKI yang lulus ujian awal 2014, terlunta-lunta. Mereka belum mendapat penempatan karena belum mengantongi Nomor Induk Kepegawaian (NIP) dari Badan Kepagawaian Daerah (BKD).

"Saya tidak bisa memastikan kapan NIP mereka dikeluarkan. Semua tergantung BKN (Badan Kepegawaian Nasional-Red)," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI I Made Karmayoga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Made mengatakan, sebenarnya NIP buat PNS di lingkungan Pemda DKI sudah ada. Tapi, ia berkata, "Kita (baru) akan keluarkan jika semua NIP untuk PNS sudah rampung. Pemberian NIP akan dilakukan secara serempak kepada seluruh CPNS."

Jumlah CPNS yang telantar sebanyak 1.515. Mereka adalah bagian dari 2.700 pelamar CPNS di Pemprov DKI. Pelamar yang dinyatakan lulus sudah menyerahkan data yang dibutuhkan sejak empat bulan silam. Namun hingga kini nasib mereka belum jelas. (ICH)

Sabtu, 19 April 2014

Membaca Perkiraan Soal-soal CPNS 2014

Perkiraan soal-soal CPNS 2014 akan terlihat dari yes tahun keep tahun. Selama Ini kita hanya tahu jalur praktis ke arah itu tanpa tahu bagaimana trik menghadapinya.

Melihat rangkain soal yang memang tidak sedikit itu kita butuh persiapan matang.

Cara menjawab soal  dapat dilakukan dengan memperkirakan waktu dan jumlah selanjutnya memperkirakannya.

Syarat Toefl di CPNS 2014

TOEFL. Kara itu kayaknya menakutkan. Sudah akrab tetapi hampir banyak orang yang Yakut nenghadapi tesnya.

Sulitkah, tentu saja relatif. Memang tidak juga, Ini kalau kita mau mengacu pada pengalaman para peserta tes Toefl.

Selasa, 22 Januari 2013

Ikuti Tes Toefl di Sini

Ikuti tes Toefl di sini. Di banner kiri akan Anda lihat link bagi tes atau uji Toefl Anda. UJilah untuk mengukur kemampuan tes Toefl Anda. Memang tidak gratis. Hanya, kalau memang seumur hidup, kenapa tidak. Seperti diketahui, Toefl akan menjadi patokan umum dan khusus dalam penerimaan pegawai di banyak instansi, juga penerimaan CPNS. Sulit? Tentu bergantung, Anda tinggal melihat prosesnya bagaimana. Cara mengikuti tes Teofl diharapkan membantu ANda lulus baik dengan anka 500 atau 600. Harapan yang mungkin bisaselama kita tekun menghadapainya.

Kamis, 01 Maret 2012

Pemerintah Diminta Pangkas Jumlah PNS

Liputan6.com, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Menpan RB) Azwar Abubakar menyatakan, dari 4,7 juta jumlah pegawai negeri sipil (PNS) hanya lima persen yang kompeten. Menanggapi hal itu, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki meminta agar pemerintah mengambil langkah tegas dalam memangkas jumlah PNS yang tidak efisien.

"Kalau menurut saya itu bagian dari reformasi birokrasi, pemerintah harus pangkas pegawai negeri yang menurut saya sudah tidak efisien. Saya kira harus berani pemerintah memangkas PNS kalau memang tidak fungsional," kata Teten, baru-baru ini.

Teten menjelaskan bahwa saat ini jumlah anggaran negara banyak tersedot untuk membayar gaji PNS. Padahal saat ini para abdi negara yang jumlahnya semakin banyak itu tak memberikan sumbangsih yang besar untuk negara. "Kalau itu dibiarkan maka ini beban, beban anggaran negara, Jadi saat ini lebih banyak PNS ketimbang kerjaannya." terangnya.

Ke depan untuk menghindari PNS yang tidak kompeten, menurut Teten, pemerintah harus berani mengambil inisiatif. Reformasi birokrasi harus segera dilakukan dengan cara memangkas jumlah PNS yang ada. "Proses perekrutan lebih selektif. Sistem kariernya juga diperbaiki, jangan gara-gara dia saudara atau ada kepentingan politik lalu dia direkrut jadi PNS," tuturnya.

Teten menambahkan, cara memangkas PNS dengan memberikan pensiun dini.(ULF)

Sumber: Yahoo/ Liputan 6 2 Maret 2012

Selasa, 28 Februari 2012

Penerimaan CPNS:Tenaga Honorer Tetap Ikuti Seleksi

JAKARTA – Pemerintah menetapkan mengangkat tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, mereka tetap harus mengikuti tes seleksi yang akan digelar secara nasional sebagaimana calon PNS lainnya.


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar mengatakan, seleksi ini diperlukan karena sebagian besar tenaga honorer yang bekerja saat ini tidak melalui tes kemampuan. Menurut dia, dalam waktu 2–3 tahun, pengangkatan tenaga honorer akan tuntas semua.

“Saya berprinsip semua tenaga honorer ini akan diperhatikan karena alasan kemanusiaan, tapi juga harus mempunyai kemampuan minimum, karena kita gunakan uang negara untuk membayarnya. Yang paling penting jangan menutup kesempatan untuk anak-anak yang masih fresh,” katanya seusai audiensi dengan PGRI mengenai Tenaga Honorer di Gedung Kemenpan dan RB kemarin. Menurut Menpan,tes itu sendiri akan terbagi antara pengujian kemampuan dasar dan kompetensi bidang. Pihaknya akan bekerja sama dengan konsorsium perguruan tinggi negeri untuk menyusun soal yang akan dijadikan alat ukurnya.

Dia menambahkan saat ini memang ada data 600.000 tenaga honorer,namun karena data itu tidak jelas maka akan diperiksa kembali.Menurut dia, data valid sulit didapatkan karena jumlahnya yang dinamis di mana tenaga honorer ini memang tidak digaji oleh pemerintah. Tenaga honorer yang akan diangkat, ujarnya, harus mau menempati daerah yang masih terbatas sumber daya manusianya. “Jujur saya katakan, jumlah guru di Indonesia ini sudah mengalahi di Jepang. Namun, jumlah ini tidak dibarengi dengan efektivitas.

Maka itu, mereka harus mau bekerja di tempat yang kosong atau mau ditempatkan sesuai dengan kebutuhan,”ujarnya. Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo menjelaskan, data yang sudah lengkap itu ialah untuk guru kategori satu yakni tenaga honorer yang mengabdi sejak 1 Januari 2006, bekerja di instansi pemerintah dan dibiayai APBN sebanyak 167.000 orang.

Tenaga honorer kategori satu ini, jelasnya,yang tahun ini akan diangkat menjadi PNS tanpa melalui tes seleksi, sedangkan tenaga honorer kategori dua yang juga bekerja di instansi pemerintah namun tidak digaji melalui APBN yang mencapai 600.000, akan diangkat melalui tes seleksi pada periode berikutnya dengan menggunakan APBN Perubahan. Neneng zubaidah

Sumber: Seputar Indonesia